Kampung-Halaman

RM Terapung “Bahun Basilo”

Bagi pengunjung yang ingin merasakan hidangan Kerinci sambil menikmati keindahan Danau Kerinci dengan suasana rumah makan yang berbeda dapat mencoba rumah makan Bahun Basilo yang terletak di Desa Pulau Tengah Kecamatan Keliling Danau. Rumah makan ini merupakan rumah makan terapung dengan gaya lesehan.

basilo1

Pengunjung dapat menyantap makanan sambil menikmati suasana santai
Danau Kerinci. di Rumah Makan Bahun Basilo

Pancaro Rayo dan Pancuran Gading

tmb_21-air-terjun-pancuran-rayo

Daya tarik air terjun berketinggian ± 150 m ini berupa hujan embun yang tercipta akibat ketinggiannya serta kolam pemandian alam yang unik dan menarik. Kondisi hutan disekeliling air terjun ini masih alami dan merupakan habitat tumbuhan rotan yang dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan meubel dan kerajinan lain. Desa Lempur Danau dan Desa Pulau Tengah merupakan dua desa yang berdekatan letaknya dengan obyek wisata ini. Dari kedua desa dimaksud akan mudah untuk mengunjungi Air Terjun Pancaro Rayo dan Air Terjun Pancuran Gading. Perjalanan dari Kota Sungai Penuh sejauh ± 12 Km untuk mencapai kedua desa tersebut.

Batu Raja

Batu Raja terletak di pinggir jalan raya Desa Baru Pulau Tengah Kecamatan Keliling Danau kira-kira 12 km dari Sungai Penuh. Batu Raja ini lebih menyerupai Dolmen, yang terdiri atas empat buah batu datar pipih dengan ukuran panjang 1,75 – 2,75 m dan lebar 1,75 – 2 m. Dolmen yang tidak mengalamai pengerjaan oleh tangan manusia ini dipercaya sebagai tempat duduk para raja pada jaman dahulu.


Mesjid Keramat

Mesjid Keramat terletak di Desa Koto Tuo Pulau Tengah Kecamatan Keliling Danau, sekitar 12 km dari Sungai Penuh. Mesjid ini dibangun pada tahun 1785 M seluas 27 X 27 m oleh ulama Thariqat Samaniah yaitu Haji Rahei dan Haji Ratih. Seperti halnya bangunan jaman dulu konstruksi Mesjid ini di dominasi oleh kayu tanpa menggunakan paku. Mesjid ini memiliki 25 tiang dengan ukiran yang unik pada tiap sudut. Pada jaman dulu, tiang utama ditengah (pada ketinggian ± 6 m) digunakan sebagai tempat azan yang dihubungkan oleh jembatan dari sebelah kiri mesjid. Terdapat 3 tabuh di mesjid ini yang memiliki fungsi yang berbeda. Dua tabuh terletak di dalam mesjid yang berfungsi sebagai penanda waktu sholat (tabuh kecil) dan tabuh yang lain sebagai penanda adanya penduduk yang meningggal. Tabuh yang paling besar terletak di luar mesjd yang dibunyikan saat ada bencana seperti kebakaran.

Mesjid ini melambangkan perjuangan rakyat Pulau Tengah dalam menentang penjajahan Belanda. Mesjid yang telah melewati berbagai masa ini sering diziarahi oleh para peziarah dari Malaysia, Singapura bahkan dari negara-negara Arab. Beberapa peziarah tidak segan-segan untuk menginap beberapa hari di rumah penduduk sekedar untuk dapat beribadah di Mesjid ini.

Kerinci, Sekepal Tanah Surga di Bumi
Kompas, 26 Juli 2003

ummmmmmm………….

OBYEK wisata Taman Nasional Kerinci Sebelat sekitar 80 persen
wilayahnya berada di Provinsi Jambi, khususnya Kabupaten Kerinci.
Kondisi taman nasional ini masih asli sehingga sangat potensial jika
dipilih sebagai daerah tujuan ekowisata.

Di sini ada Gunung Kerinci, Danau Gunung Tujuh, Rawa Ladeh Panjang,
Danau Belibis, Danau Sakti, Pancaro Raya, Air Terjun Telun Bersap,
Rawa Bento, Gunung Raya, Danau Kerinci, Danau Lingkat, Air Panas
Semurup, dan Hutan Lindung Bukit Tapan.

Selain ekowisata, Kerinci sangat potensial dengan agrowisata, seperti
perkebunan teh Kayu Aro, perkebunan kayu manis (Cassiavera), ladang
sayuran Kersik Tuo dan Pelompek, Aroma Pecco, serta Taman Bunga Asri
Murni.

Obyek tujuan agrowisata dan ekowisata di Kabupaten Kerinci berada
pada satu kawasan, berdekatan, dan jaraknya cukup pendek sehingga
mudah dikunjungi. Adalah tepat ungkapan untuk Kabupaten
Kerinci, “Sekepal tanah surga yang tercampak ke Bumi”.

Untuk menikmati keindahan obyek ekowisata dan agrowisata di Kerinci,
fasilitas hotel dan home stay, sarana transportasi tersedia cukup. Di
Kersik Tuo, Kecamatan Kayu Aro, yang dekat dengan berbagai pusat
ekowisata dan agrowisata, tersedia sedikitnya lima home stay.

Di Kayu Aro juga tersedia wisma yang cukup baik milik PT Perkebunan
Nusantara VI, yang bisa disewa dan dapat menampung rombongan dalam
jumlah agak besar. Adapun di Sungaipenuh tersedia sedikitnya delapan
hotel dengan sekitar 300 kamar.

Kepala Balai Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) Listya
Kusumawardhani dalam kata pengantar buku Informasi Wisata Alam di
TNKS yang diterbitkan Balai TNKS tahun 2002 menulis, peningkatan
peranan TNKS sebagai lokasi wisata tidak bisa ditunda lagi.

Kegiatan wisata tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat
setempat serta pemerintah kabupaten, tetapi juga dapat menimbulkan
kebanggaan akan nilai dan fungsi kawasan sebagai sumber keragaman
hayati, pencegah erosi dan bencana banjir, serta penyeimbang iklim.

Fungsi TNKS sebagai obyek wisata memang masih belum dikenal. Selama
ini wisatawan ke TNKS masih terpusat pada kunjungan mendaki Gunung
Kerinci dan Gunung Tujuh. “Tahun lalu tercatat 3.700 wisatawan
Nusantara dan 137 wisatawan mancanegara yang mengunjungi berbagai
obyek wisata di TNKS. Setiap minggu ada sekitar 300 pengunjung
mendaki ke Danau Gunung Tujuh,” kata Seno, Kepala Pusat Data dan
Informasi TNKS.

TNKS adalah surga terakhir keragaman hayati Sumatera.

Kawasan ini berada pada ketinggian 200 sampai 3.805 meter dari
permukaan laut, meliputi empat provinsi, yaitu Jambi, Sumatera Barat,
Sumsel, dan Bengkulu. Kawasan ini terletak dalam sembilan kabupaten,
yaitu Kabupaten Kerinci, Merangin, dan Bungo di Provinsi Jambi. Juga
Kabupaten Pesisir Selatan, Solok, dan Sawahlunto Sijunjang (Sumbar),
Kabupaten Bengkulu Utara dan Rejang Lebong (Bengkulu), serta
Kabupaten Musi Rawas (Sumsel).

SATU obyek wisata alam di Kabupaten Kerinci yang sangat menarik dan
banyak mendapat perhatian pengunjung adalah Kawasan Gunung Tujuh dan
Danau Gunung Tujuh, danau tertinggi di Asia Tenggara (1.950 meter di
atas permukaan laut).

Danau ini terletak di Desa Pelompek, Kecamatan Kayu Aro, 50 km utara
Kota Sungaipenuh atau 470 km sebelah barat kota Jambi, dan sekitar
140 km sebelah timur kota Padang melalui Muaralabuh.

Danau Gunung Tujuh dengan luas 12 km persegi adalah danau yang
berasal dari kepundan gunung yang meletus pada masa silam dan
kemudian terisi air hujan. Danau ini dikelilingi tujuh gunung, yakni
Gunung Hulu Tebo (2.525 meter), Gunung Hulu Sangir (2.330 m), Gunung
Madura Besi (2.418 m), Gunung Lumut yang ditumbuhi berbagai jenis
lumut (2.350 m), Gunung Selasih (2.230 m), Gunung Jar Panggang (2.469
m), dan Gunung Tujuh (2.735 m).

Untuk mencapai Danau Gunung Tujuh tersedia dua jalur pilihan, berupa
jalan setapak. Pertama, jalan setapak yang membentang dari pos jaga
kawasan Gunung Tujuh hingga tepi danau sejauh tiga kilometer, dengan
kondisi medan cukup ringan dan waktu tempuh 2,5 jam. Kedua, jalur
setapak dari belakang Wisma Tamu Gunung Tujuh hingga tepi danau
membentang sepanjang 2,5 km, kondisinya curam dan agar berat dengan
waktu tempuh tiga jam.

Kawasan Gunung Tujuh adalah primadonanya TNKS. Di kawasan itu
terdapat Air Terjun Gunung Tujuh, yaitu air terjun yang airnya
bersumber dari Danau Gunung Tujuh.

Danau ini merupakan satu dari sejumlah hulu Sungai Batanghari yang
mengalir melalui Kecamatan Sangir di Kabupaten Solok, kemudian masuk
Sungai Batanghari di Kabupaten Sawahlunto Sijunjang, Sumbar.

SEJUMLAH obyek wisata alam yang menarik terdapat di Kecamatan Kayu
Aro, sekitar 40 km di utara ibu kota Kabupaten Kerinci, Sungaipenuh,
sehingga memudahkan bagi wisatawan untuk mengunjunginya karena
jaraknya relatif dekat.

Selain Danau Gunung Tujuh dan Gunung Kerinci, obyek wisata alam lain
yang berada di sekitar atau kecamatan ini adalah Danau Belibis, Rawa
Ladeh Panjang, Rawa Bento, Air Terjun Telun Berasap, dan Perkebunan
Teh Kayu Aro.

Gunung Kerinci (3.805 meter), gunung yang telah dikenal masyarakat
Indonesia sejak masih duduk di sekolah dasar, merupakan gunung api
tertinggi di Indonesia. Kawahnya berukuran 600 x 100 meter dengan
daerah lava aktif yang berwarna hijau kekuning-kuningan seluas 120 x
100 meter. “Panorama alam di puncak Gunung Kerinci sangat
menakjubkan, indah, dan menarik,” kata Amir Syam, staf Informasi dan
Komunikasi Pemerintah Kabupaten Kerinci.

Obyek lainnya, Rawa Ladeh Panjang, yang terletak di bagian barat
lembah Gunung Kerinci berada pada ketinggian 1.950 meter dpl,
merupakan rawa tertinggi di Asia Tenggara. Luas rawa ini sekitar 150
hektar, yang seluruhnya merupakan rawa gambut yang ditumbuhi berbagai
jenis kayu dan dihuni ikan-ikan kecil dengan rumput alang-alang dan
padi-padian.

Kawasan Kecamatan Gunung Kerinci yang indah dan subur ini merupakan
daerah pertanian dan perkebunan. Di kecamatan ini terdapat Perkebunan
Teh Kayu Aro milik PT Perkebunan Nusantara VI, perkebunan kopi dan
kulit kayu manis.

Perkebunan Teh Kayu Aro seluas 3.020 hektar adalah perkebunan teh
dalam satu hamparan terluas di dunia, berada pada ketinggian 1.400-
1.600 meter dpl. Perkebunan teh ini adalah perkebunan tertua di
Indonesia, dibuka antara tahun 1925 dan tahun 1928 oleh perusahaan
Belanda, Namblodse Venotschaaf Handle Vereniging Amsterdam (NV HVA).

Teh di tempat ini mulai ditanam 1929 dengan varietas spesifik,
ditanam asli dari biji teh. Empat tahun kemudian, 1932, perusahaan
Belanda itu membangun pabrik teh di Bedeng VIII Kayu Aro dengan
kapasitas produksi 90 ton pucuk teh per hari, dan kapasitas terpasang
100 ton. Pabrik Teh Kayu Aro hingga kini merupakan pabrik teh
terbesar di dunia yang masih aktif dan merupakan pabrik teh tertua di
Indonesia.

Teh produksi Perkebunan Teh Kayu Aro hingga kini merupakan teh hitam
terbaik di dunia.

12 responses to “Kampung-Halaman

    • mesti bangga donk jadi uhang khinchai,,, karena khincai panorama nya indah, udara nya sejuk, rakyat nya damai, gadih nya ilok2 galo tapi cuman jalan nya aja yang merusak pemandangan,,heheheeeeee
      majeu terauh khinchay. . . . .

  1. posting dan foto tentang alam kerinci itu-itu melulu, coba deh difoto oleh fotografer profesional, dan di tampilkan lewat dunia maya, pasti kerinci makin terkenal, sayang pemerintah daerah kerinci kurang memperhatikan keberadaan objek2 wisata di kawasan kab kerinci, dan masyarakatnya perlu di beri penyuluhan bahwa menjaga objek wisata yang telah dibangun janganlah dirusak, karena biaya yang seharusnya dipakai untuk mengembangkan objek wisata baru, malah dipakai untuk memperbaiki objek wisata yang rusak. itu saran saya sebagai orang yang pernah berkunjung ke bukit kayangan kerinci. trims bravo kinchai

    “dikarenakan saya jarang pulang ke kerinci jadi mau ga mau terpaksa saya nyari photo yg ada di internet. nanti kalau pulkam, photonya akan saya update dgn photo terbaru. Ditunggu aja ya… ^_^
    oh ya, klu mau liat ini ada photo yg masih belum banyak beredar di internet, klik aja link nya :
    http://www.facebook.com/group.php?gid=71030716450#/photo_search.php?oid=71030716450&view=all
    semoga bisa mengobati kekecewaannya”

  2. semoga dengan pemerintahan Bupati dan wakil bupati kerinci yang baru (murasman-rahman) bisa semakin memajukan bisnis pariwisata di kabupaten kerinci…karena itulah sebenarnya aset utama dan bisa menjadi sumber devisa bagi kabupaten kerinci yang masih belum optimal di kembangkan. padahal pemerintah dan masyarakat daerah tetangga kita propinsi sumatera barat demikian gencarnya mendukung usaha jasa pariwisata, berarti pemerintah dan masyarakat kabupaten kerinci harus belajar dong dari tetangga, karena meniru yang baik itu tidak salah…… Majeu Kinchai!!!

  3. salam smuenya….sya sdang mncri infrmasi tntang kerinci krna ayah saya brasal dr krinci yg kni tgal di mlysia..ayah sdah lbh 20thun tdak plang ke sna..jdi kami skluarga akn ksana 4.2.2011..nnti kn kmi yaa….bnar apa yg dkata ayah,,ktinci ckup indahh..smpai ktemu yaa..

  4. KERINCI MERUPAKAN SURGA DUNIA….BETAPA INDAH SUASANA ALAM DI SANA YG MASIH ASLI…GUNUNG,DANAU,SUNGAI,BUKIT,JALAN BEKELOK,KEBUN TEH DAN MASYARAKAT YG MSH PENUH DGN KEKELUARGAAN…..TAHUN 1982 SY MENINGGALKN KAYU ARO KERINCI KRN ORANG TUA SAYA DIPINDAHTUGASKAN KE MEDAN,SMP SKRG SY BELUM PERNAH LAGI KESANA,OOOOHHH KERINCI KAYU ARO BETAPA BNYAK KENANGAN TERUKHIR DI SANA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s